Berani BERUTANG berarti bisa MEMBAYAR UTANG! Jangan BERUTANG jika belum punya kemampuan MEMBAYAR UTANG!

HUTANG atau UTANG

Adalah kegiatan meminjam uang atau barang kepada individu, kelompok atau instansi dengan atau tanpa jaminan dengan perjanjian baik secara tertulis atau tidak tertulis untuk mengembalikan uang atau barang pokok yg dipinjam dengan atau tanpa tambahan imbalan bunga dan wajib dikembalikan atau diangsur dalam tempo tertentu.

 Dapat dikelompokan menjadi 2 jenis:

1. HUTANG PRODUKTIF

Adalah berhutang untuk digunakan secara produktif atau dikembangkan. Lazim dilakukan oleh para pengusaha/wiraswasta untuk kepentingan penambahan modal usaha, menambah omzed usaha atau mengembangkan usaha. Contoh untuk sewa ruko, membeli kendaraan sebagai transportasi pendukung usaha, membeli perlengkapan usaha, belanja stok barang, dll. Hal ini akan bermanfaat jika sebelumnya sudah mempunyai usaha. Tidak disarankan bagi yg baru memulai/merintis usaha karena sangat beresiko jika usaha tidak berjalan sesaui dengan perkiraan alias zonk. Sehingga sahabat akan kesulitan untuk membayar kewajiban mengembalikan hutang.

2.HUTANG NON PRODUKTIF/KONSUMTIF

Adalah berhutang untuk tujuAn yang tidak produktif atau untuk keperluan konsumtif. Contohnya digunakan untuk kegiatan konsumtif, belanja kebutuhan sehari-hari, biaya pengobatan, biaya pesta, biaya perjalanan ibadah/wisata, renovasi rumah, bayar kontrakan, membeli keperluan pribadi, bersenang-senang, membayar hutang, dll.  Hutang jenis ini sangat tidak disarankan karena beresiko terjadinya kredit macet karena tidak mampu membayar cicilan.

Dari hal tersebut diatas dapat disimpulkan :

1. Jangan berutang jika kondisi keuangan belum stabil atau belum ada pendapatan tetap, baik pendapatan dari gaji atau hasil usaha.

2. Jangan berutang untuk keperluan konsumtif atau non produktif.

3. Berutang hanya untuk keperluan produktif atau dalam kondisi mendesak dengan pertimbangan tersedia dana untuk membayar utang baik sekaligus atau dengan dicicil.

4. Gunakan uang/barang dari hasil utang dengan bijak dan dapat dipertanggung jawabkan.

5. Kondisi yang disarankan adalah jumlah total cicilan utang adalah 1/3 dari jumlah total penghasilan.

 

 

Salam Sahabat Maxi